Senin, 20 Desember 2010

Berobat ke Penang : Part II

Ok, lanjut lagi ya...

Akhirnya kami mendarat di Penang pukul 09.55 waktu setempat (waktu penang selisih 1 jam lebih cepat dari waktu jakarta). Atas rekomen dari temen gua, dr juli yang papanya dulu pernah didiagnosa sakit Bronchopneumonia juga, sama kaya Timmy. Dan sempet dirawat di medan yang menyebabkan masuk ICU selama 2 minggu. AKhirnya dibawa ke Penang ditangani oleh dr Ronnie Chung (ahli paru2 / Respiratory) di Lam Wah EE Hospital dan sembuh total hanya dalam waktu beberapa hari. Maka tujuan kita sudah pasti LWE Hospital itu.

Sampe di sana (karena gua baru pertama kali ini menginjak penang) rada bingung. Akhirnya kita beli tiket taxi resmi di counter airport untuk ke LWE Hospital. Harga taxi nya RM. 39.50. Perjalanan sekitar 15 menit udah sampe di LWE Hospital. Sebelumnya gua udah telp dan katanya harus registrasi dulu di depan, tidak bisa by phone. Tapi dokter yang bersangkutan ada dan praktek mulai jam 10 pagi.

Sampe di sana gua langsung ambil nomor antrian untuk registrasi. sementara menunggu, kita disamperin seorang wanita yang menawarkan sewa apartemen di seberang rumah sakit. Mungkin karena kita membawa koper kali ya. Karena belom tau apa yg akan terjadi kita cuman minta nomor kontek dia. kalo nanti butuh kita akan hubungin. Dan dia memberi tau sementara menunggu, koper bisa dititipkan di rs.

Menunggu 1/2 jam, tibalah nomor antrian gua. Ternyata oh ternyata....
dr ronnie chung itu tidak menangani anak-anak apalagi bayi. Minimal 16 tahun ke atas. dan gua dirujuk untuk periksa ke dr anak (Pediatry). Di sana ada 4 orang DSA yang praktek dan gua disuruh pilih salah satu. Oh, my God! Kumaha ieu??? Akhirnya sambil berdoa dalam hati gua cap cip cup menunjuk salah satu dokter yang gua liat salah satu gelarnya didapat dari UK. Entah kenapa kayanya nama dia blink-blink. Jadi gua tunjuklah dr. Cheang Hon Kit (CHK). Padahal setelah gua tunjuk gua perhatikan lagi ternyata dr yg lain juga rata2 lulusan luar negeri. Entahlah, mungkin saja Tuhan yang membuat nama dia jadi blink-blink!

Petugas registrasi memberitahu untuk menunggu 1 jam lagi di ruang praktek 11. Karena masih 1 jam dan perut lapar belom makan dari pagi, akhirnya kita ke kantin. Timmy juga kelaperan. Untungnya biar demam tapi nafsu makannya ga berkurang. Berhubung bubur baru ada waktu menu lunch, jadi gua pesenin mash potato 1 cup kecil, dalam sekejap abis dan masih pengen lagi. Akhirnya gua pesen 1 cup lagi dan abis 1/2 nya. laper banget dia.

Abis makan kita ke kamar praktek 11. Ternyata rame banget dan kita dapet no antrian 19. Suasananya kaya rumah sakit cengkareng. rame banget. Sambil menunggu tiba-tiba badan timmy panas lagi. Cepet-cepet bilang sama nurse yang daritadi bolak balik di ruangan dokter. Trus diukur ternyata 39.4. Dan katanya dokternya masih belom mulai praktek. hah! sambil menunggu gua sempet merasa menyesal dan ragu apakah keputusan ke penang ini tepat. Dari gedung rs jelas lebih bagus PIK, trus bingung mau gimana dan kayanya terlantar aja di ruang tunggu itu. Sempet was-was juga soal bahasa. Takutnya sulit menceritakan dengan jelas. gua jarang banget komunikasi verbal pake bahasa inggris yang panjang dan banyak gitu, banyakan email2-an kalo sama customer. Mandarin juga jarang dipake jadi rada kaku. Kalo di indo kan bahasa indo gua lancar jaya. Huhu... ternyata 1 dokter ada 2 nurse. 1 orang india bisa bahasa inggris dan sedikit malay, satu orang chinese bicara bahasa mandarin dan hokian. Akhirnya gua minta untuk ditangani di emergency aja dulu.

Jadi gua dianter ke emergency room sama nurse. Ternyata di ER gua juga disuruh menunggu. Akhirnya gua cerita sama petugas ER dengan sedikit hiperbola gua dari jakaryta, bla..bla... supaya cepat ditangani. Dan dalam waktu beberapa menit kita sudahh dipanggil masuk ke ruang periksa. Ditangani oleh dokter UGD gua kembali cerita dengan berapi-api kronologi sakitnya timmy. dan kita langsung dibawa ke ruang tindakan sementara salah satu dari kita diminta untuk mengurus administrasi (cari kamar) untuk rawat inap. Akhirnya ieie alun yang urusin.

Di ruang tindakan timmy langsung dibugilin. Dimasukin obat lewat dubur oleh nurse. Trus nurse datang dengan membawa sebaskom air yang dinginnya seperti air es. Trus seluruh badan timmy dibalut dengan handuk dingin dari baskom itu sambil mengompres ketiak dan melap kepala, tangan dan kakinya. pokoknya seluruh badannya. Astaga!! Alhasil timmy yang lagi teler langsung melonjak kaget dan menangis. gua langsung bilang ke nurse apa ga kedinginan, dia kan lagi demam? nurse bilang memang seperti itu supaya panasnya turun. Tapi ajaibnya memang setelah dibalut air dingin itu muka timmy lebih seger dan suhunya langsung turun menjadi 38. Cuman gua liatnya ga tega aja. huuuhuuhuhu...

sambil menunggu kamar rawat siap gua baca ditembok ada panduang prioritas penanganan emergency. ternyata prioritas utama adalah yang pendarahan hebat dan luka di kulit kepala, patah tulang sampai kulit robek, patal tulang menonjol di dalam, etc Sedangkan demam tinggi menjadi prioritas ke-4 yang mana adalah kedua dari akhir. huhuhu... baru mengerti pantaslah kami tidak langsung ditangani.

Akhirnya gua dianter ke kamar rawat di lantai 2. Disana sudah ada ieie alun. ternyata lantai 2 nya jauh lebih bagus dan rapih dari ruang di bawah. Bersih rapih wangi, ruangannya besar-besar dan keliatan masih baru (mungkin baru renov) nyaman dan tenang. Sreg banget deh. Dan ternyata kamar penuh tinggal kamar common ward (CW) satu ruangan 6 bed. kamar CW ini murah sekali. 1 malam biayanya cuman RM 25 saja (RM 10 room, RM 10 nursing care, RM 5 Meal).

Di atas gua kembali menceritakan kronologi sakitnya timmy. Nurse langsung telp dokter CHK di bawah, dan dokter memberikan perintah untuk melakukan beberapa tindakan.

Langsung timmy dibawa ke ruang tindakan untuk dipasang jarum ditangannya lagi. Entah karena timmynya nangis berontak ato nurse nya yang kurang ahli, masak sampai 3 kali tusuk gagal terus. huhuhu.... kasian sama timmy. akhirnya bisa dan diambil darahnya untuk diperiksa, termasuk periksa anti TB. Ternyata darah timmy kurang bagus. Begitu ditampung Cepat sekali beku seperti jelly. Kata nurse mungkin karena terinfeksi jadi darahnya kurang baik. huhuhu... sedih banget dengernya. Trus abis itu diambil sampel dahaknya (ada alat panjang dimasukan ke dalam tenggorokan timmy, tapi cepet prosesnya)dan sampel ingus (alat panjang dan lentur dimasukan dalam hidung sampai ke pipi) untuk diperiksa. Dan ternyata tusukan di tangan yang tadi kurang baik jadi dicopot dan harus ditusuk ulang. What???? tadi sudah 3 kali gagal lho! Tapi karena anaknya berontak jadi nanti baru dikerjain. huhuhuhu...

Ternyata setelah gua liat walaupun besar dan bersih, tapi kamar CW nya rame. takutnya timmy ga bisa tidur namanya juga baby. Gua minta pindah ke 2nd class yang 2 bed. Gua liat ruangannya nyaman sekali. bersih dan besar. masing2 dapat TV LCD ditembel di tembok. Toiletnya bersih dan bagus seperti toilet hotel bintang 5. Tapi katanya penuh. kayanya kebanyakan pasien yang dirawat kebanyakan pake asuransi jadi dikasih jatah CW. Karena gua diminta telp perusahaan asuransi gua buat konfirm apakah asuransi gua mencukupi untuk kelas yg gua mau. Dan gua bilang gua bayar sendiri dulu karena insurance company gua tidak bisa langsung klaim untuk perawatan overseas. Ternyata di rs ini untuk CW nya subsidi jadi murah. sedangkan 2nd classnya tidak jadi bedanya jauh banget. per malam RM 125. Cuman ya timmy masih baby susah kalo rame2 gitu, ga bisa istirahat takutnya. Akhirnya request gua di approve dan gua disuruh menunggu di waiting room sambil kamar disiapkan.

Sementara itu timmy langsung dibawa ke ruang radiologi untuk foto thorax lagi. Pas naik ke atas, dibawa kembali ke ruang tindakan. dan kali ini ditangani seorang suster chinese. dan sekali tusuk langsung dapet pembuluh yang tepat. Tapi total2 tangan timmy 4 kali ditusuk. huhuhu.... Di luar yang tusukan salah berulang2, sebenernya kagum juga penanganannya cepat dan menyeluruh.

Akhirnya dokter CHK pun datang. kembali lagi gua menceritakan kronologi. bahasus campur2 inggris, mandarin, dan bahasa. hihihi... bodo ah, yang penting si dokter mengerti. dokternya baik dan lumayan ganteng, hihihi.... Trus dari foto thorax yang sudah keluar dokterpun berpendapat timmy kena bronchopneumonia. Sama seperti diagnosa DSA Timmy di Indo. Dia akan memberikan beberapa antibiotik yang diinjek langsung ke pembuluh darah dan oral sekaligus. Sambil menunggu hasil tes dahak dan ingus keluar (yang ternyata baru keluar 3 hari kemudian).

Jadi selama di rawat tindakan yang diberikan adalah injek antibiotik sehari 3 kali, minum obat (paracetamol, obat batuk, obat pilek dan antibiotik lagi), nebulizer sehari 3 kali dengan masing2 1/2 dosis dari yang diresepin DSA di sini. Sehabis nebulizer kalo dilihat perlu akan disedot ingus dan dahaknya dengan selang. Jadi karena dahak disedot, timmy jarang batuk. Paling sekali-kali doang. trus bisa tidur nyenyak karena sebelom tidur semua disedot sampe bersih. Dia sudah aktif dan ceria seperti biasa. Ga demam lagi, jarang batuk. Di ruang rawat ada play ground buat anak-anak. dia sering main disana dan mengejar anak2 lain yang lebih besar. Cuman satu kekurangannya. Mungkin karena trauma dengan suster yang mana tangannya ditusuk2 berkali2, setiap orang berpakaian nurse datang untuk memeriksa dia ato inject antibiotik langsung nangis ketakutan. Padahal waktu di jkt dengan sukarela dia memberikan tangannya untuk di inject.

Di ari ke 3, hasil sudah keluar. Dan ternyata Timmy terinfeksi bakteri :
1. staphylococcus aureus
2. steptococcus pneumoniae
3. pseudomonas aeruginora

Dan antibiotik yang diberikan :
1. sulperazone

Dari hasil test uji coba terhadap kuman yang ada di sampel timmy, terbukti antibiotik yang diberikan cocok dan efektif untuk membunuh kuman yang bersangkutan. Dan hasil periksa darah yang tadinya reaktice terhadap proteinnya sampe angka 67 (normalnya dibawah 5) artinya terinfeksi berat, pada hari ketiga sudah turun menjadi 12 (dan kata dokter akan cenderung lebih tutun lagi di hari2 berikutnya, yang penting sudah ada penurunan yang drastis). O ya, waktu hari ke 3 darah yang diambil sudah normal, tidak cepat beku seperti pertama kali diambil. Pada hari ke 3, obat paracetamol juga distop supaya keliatan dia tidak demam karena memang sembuh ato karena obat. dan ternyata memang tidak demam setelah paracetamol distop. Dan dokter bilang bilang terapi antibiotik akan diteruskan sampe hari ke 5.

Dan hasil konsultasi, ternyata darah yang keluar dari mulut beserta dahak itu akibat kuman tersebut. Dia akan membuat dahak yang kental dan lengket sehingga timmy akan batuk dengan keras. Karena sering batuk keras maka saluran pernafasannya terluka dan mungkin ada pembuluh darah yang pecah sehingga mengeluarkan darah segar. Bahkan ada kasus yang pembuluh darah bola matanya pecah, sehingga matanya merah semua. jadi kesimpulannya bukan dari paru2 atau sinusitis. Dan menurut dokter batuknya timmy ini bukan karena alergi, tapi murni karena kuman. kalo alergi dari bayi dia pasti akan batuk2 trs, dan terbukti setelah bakteri dimusnahkan timmy jauh berkurang batuknya. Tak bisa gua bayangkan kaloi gua harus kasih timmy obat alergi yang diresepin dokter itu secara berkepanjangan. huh! gimana coba?

Si dokter memberikan penjelasan, setelah terapi 5 hari anti biotik ini, timmy boleh pulang. Tapi batuknya ytidak bisa hilang 100% dengan segera. miniumal 2 minggu sampe sebulan dia baru bisa sembuh total (tidak batuk lagi). Tapi untuk anak yang pernah terinfeksi seperti timmy, saluran pernafasannya akan menyempit sedikit, yang artinya timmy akan lebih sensitif dengan batuk dibanding anak yang belum pernah terinfeksi. Huhuhuu.... sediiih banget dengernya.

Ya begitulah proses perawatannya. Yang tegang2 udah lewat, tinggal cerita happy2nya. nanti gua lanjutin lagi dengan cerita wisata kuliner dan gua sempet mampir ke kuala lumpur juga. hihiihii....


Filipi 4:13
Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Special thanks buat my owesome GOD. Bener2 deh dalam kejadian dan proses ini gua merasakan campur tangan Tuhan, dan penyertaan Tuhan yang senantiasa menguatkan gua dengan ayat2 dalam Firman Tuhan. Semua itu sangat menyegarkan jiwa dan memberi ketenangan yang luar biasa. Membuat semangat gua tetap menyala, dan semakin lagi in love with GOD.

Mungkin sedikit tips buat temen2 yang sedang mengalami yang kaya gua, jangan bosan2 berdoa dan baca Firman Tuhan. Pikirkan yang positif dan percaya bahwa Tuhan pasti sanggup menolong dan Dia tidak pernah meninggalkan kita. Jangan memperkatakan yang negatif dan pesimis, misal ah pasti ga sembuhlah, pasti gagal lah, etc...etc... Karena kata2 kita berkuasa lho. kalo jiwa kita dikasih perkataan2 negatif terus bukannya tambah memble. Sebaliknya perkatakan hal2 positif dan optimis. Kan iman juga timbul dari pendengaran ytoh. Pendengaran akan firman yang menguatkan dan perkataan yang membangun. Makanya gua juga mau berterima kasih buat semua temen2 bloger dan fb yang udah kasih komen2 dan renungan yang membangun gua. Bener lho, waktu2 itu gua cuman bisa meneteskan air mata waktu membaca komen dari kalian2. Tapi bener2 gua merasa ga sendiri. Ada temen2 yang mendukung dan itu berarti banget. Thanks ya....

juga special thanks banget buat ieie alun yang bersedia nemenin gua ke penang. yang beliin gua makan siang, makan malam, (walopun di rs gua tetap bisa berwisata kuliner jadinya) bawain barang2 gua. bantuin gua jaga timmy kalo lagi mandi, bahkan cuciin baju kotor timmy dan gua di apartemen. huhuhuhu..... gua jadi terhatu banget lho sist! Thank you my lovely sister! gua ga bisa membalas apa-apa, kecuali ribuan doa biar Tuhan yang memberkati lu, memberikan semua yang terbaik buat hidup dan masa depan lu. hiks..hiks... sambil ngetik ini air mata gua bercucuran karena sangat terharu. thank you ya sist.

Sebagai info, ternyata di rs cuman bole 1 perempuan aja yang meninap menjaga pasien. Jadi ieie alun harus sewa apartmen di seberang rumah sakit. Akhirnya telp si kakak yang ditemui di rumah sakit itu. O iya pas dirawat disana ternyata kita sempet dikunjungi sekelompok anak muda daari gereja lokal dan bernyanyi lagu-lagu natal yang bagus banget. trus juga timmy dikasih christmas gift, dan didoakan. Bener2 gua merasa Tuhan menyertai, semua disediakan dan dipertemukan dengan orang2 terbaik, dokter terbaik, etc Thanks my Lord!





39 komentar:

Yulia mengatakan...

Bu,salam kenal yah..
anak gw demam aja gw dah bingungnya kaya orang gila apalagi lu yah.. hu hu hu.. hugs bu..

You hold the right faith Bu. GBU.. ^_^

amel mengatakan...

Puji Tuhan ya Eny... bisa dapet dokter yang cocok... Semoga Timmy sembuh total dan tidak ada masalah lagi...
Makasih banget buat sharingnya ya ... Bener2 berarti banget buat kita... Salut, dalam keadaan seperti itu Eny bisa kuat...
Ternyata, biar gimana perlu tes dahak ya .. biar pengobatannya tepat, ga bisa hanya berdasarkan hasil foto rontgen lalu kasi obat... . Bingung jg ya kenapa dokter di jakarta tidak mau melakukan tes dahak... padahal di sini kan juga bisa harusnya ya.
TJ kemarin ini di-rontgen dan disimpulkan bronkupneunomia... puji Tuhan, pengobatannya cocok walau tidak tes dahak dan sekarang sudah sembuh.

Dessy mengatakan...

aduh... gua tegang banget bacanya En. syukurrrrrrrrrrrr akhirnya perlahan2 membaik ya... moga2 Timmy terusss membaikkkk membaikkk dan membaik...

Puji Tuhan...

gua juga kalau ambil darah susah banget nih. katanya pembuluh darah gua kecil dan 'ngumpet' jadi ga ketemu. beberapa x disuntik... disedot... kosong loh, ga kesedot darahnya. baru tau gua pembuluh darah ada yang kosong.

gua juga beberapa x suntik dulu baru bisa ketemu.

Dessy mengatakan...

eh iya en, kalo bisa, dishare berapa biayanya total...
misal rs berapa... truz apartement berapa... dll.

jadi bisa buat ancer2an kalau ada yang case'nya kayak timmy dan mau ke penang juga...

nilola24 mengatakan...

Puji Tuhan! Gue bener2 seneng denger Timmy udah sembuh.

Bener En, Tuhan ga pernah meninggalkan orang yang percaya kepadaNya. Gue juga baru mengalami penyertaan Tuhan kemarin ini. Chris yang udah batuk on off sejak lebaran kemarin, sampe dokter memvonis asma dan kasih obat alergi untuk 6 bulan. Tapi hati gue ga tenang dan gue ga buka obat itu sampe hari ini walaupun udah gue beli. Gue cari tau dan tanya2 akhirnya di rekomendasi 2 orang dokter anak ahli paru. Tapi ternyata yang satu sedang cuti sampe awal taon depan. Satunya lagi, udah daftar untuk sabtu minggu lalu, tp tiba2 sehari sebelumnya gue dapet kabar kalo dia ga jadi praktek. Waktu itu gue stress dan merasa jalan gue ditutup. Tapi gue disadarkan untuk pasrah dan berserah dan saat itu gue yakin itu pasti rencana Tuhan. Ternyata selama weekend kemarin, Chris sembuh! Dan gue ga perlu keluar uang untuk ke dokter. Puji Tuhan

Tuhan kita memang sungguh baik dan ajaib ya! Big hugs, En!

Ah Boy's Mom mengatakan...

Puji Tuhan ya Timmy udah baikan skrg. Moga2 semua pengobatannya berhasil jadi Timmy bisa sembuh tuntas ya. amiinnnnnnn.....

twinsmommy mengatakan...

Syukur dah Timmy dah baikkan, g telat baca blog lu sorry yah En, tp g tetep ikut mendoakan semoga Timmy bisa sembuh total.

Baca cerita lu g sampai berkaca-kaca, g rasa kalau g jadi lu ga bisa setabah lu.

Thanx for sharing yah En

maya mengatakan...

Puji Tuhan... Tuhan Maha Besar dan sayang pada umat Nya yang percaya.

My pray for Timmy, biar sembuh total yah en..

Timmy so cute...he's a very good boy ^_^

Enny salut for u d^_^b

Pucca mengatakan...

sukur kepada Tuhan ya en, semuanya berakhir baik.. walaupun bacanya tegang bener yang sampe ampir ketinggalan pesawat segala..
emang keliatannya gak susah ya diagnosanya, tapi kenapa disini bukannya didiagnosa dulu dikasih obat dulu.. semoga deh timmy selalu baik2 saja dan selalu dalam lindungan-Nya :)

limmy mama radhika-rania mengatakan...

Alhamdulillah kalo Timmy udah baikan.
Hebat ya kasih sayang dan pengorbanan seorang mama :)
salut utk lu yg bisa tabah dan tetap berkepala dingin menemani Timmy selama diopname.

Veny mengatakan...

Puji Syukur God always be with you n Timmy !
g seneng bgt baca progress nya Timmy , semoga berangsur2 sembuh n bs plng cepat .
hihi22 sempet2nya kulineran tp Penang emang asik buat makan2 .
Iya En , ntar lo share yah biaya brp trus apartemen dimana n no telpon nya sapa tau ada yg butuh .

Cia You Enn & Timmy !

ika mengatakan...

hi mba... Salut deh ama perjuangannya masih bisa terbang ke penang walaupun timmy dah panas badannya, klo aq pasti panik and nangis2,, syukur timmy udah sembuh, mudahan cepat pulih seperti sedia kala

Yenny mengatakan...

Puji Tuhan udah ketemu semua penyakitnya en dpaat penanganan yang tepat.... GBU

Yulian mengatakan...

Puji Tuhan yah En, semua lancar disana dan Timmy uda sehat lagi.

Elo tough dan kuat abiss!!
Lucky Timmy juga punya mama kayak elo :)

Shanni mengatakan...

Puji Tuhan ya En :) semoga abis ini Timmy sehat selalu ya..

emang kadang ya dokter sini suka salah penanganan ya, maen kasih obat aja. bersyukur banget ya Tuhan kasih dokter anak yang bagus dan cocok.

Salut buat lo yang bisa tabah dalam menghadapi semuanya. thanks for sharing ya En... GBU for your family

natalie mengatakan...

En, gw ampe berkaca2 baca sharingan elo loh...hiks hiks...elo mama yg bener2 hebat en...tabah dan kuat bgt, brani pula kesana gak ditemenin suami. Tak cukup 2 jempol buat elo..

Praise God Timmy uda sembuh ya En, aduh gw seneng bacanya En...
sehat2 seterusnya ya nak...

Felicia mengatakan...

Gw dah ngerasain tuh sakitnya kalo pas ngambil darah ga dapet2, abisnya gw punya tiny vein, jadi susah kalo nursenya kurang ahli. Biasa ada baby needle untuk orang tiny vein kek gw gini, jadi lebih cepet kalo pake itu dibanding jarum suntik biasa.

Moga abis gini Timmy sehat trus yah...

Serem juga tuh yang dibalut air dingin sekujur tubuh, bayanginnya udah kedinginan duluan :(

Lili mengatakan...

Syukurlah Timmy dah sembuh yah, En.

Kesetiaan dan kekuatan elo bertahan dalam kesesakan, tetap memuji dan memuliakan namaNya, pasti akan menguatkan banyak orang (paling nggak buat gue yg suka panikan).

Salute, En! GBU n fam :)

amey mengatakan...

Duh EN, dari kemaren gw baca postingan lu tentang sakit Timmy sampe merinding..
Memang kalo kita percaya ama Tuhan pasti akan di bantu ya..
Lega deh kalo uda di tangganin sakitnya TImmy, semoga cept pulih ya batuknya cepet ilang

eny mengatakan...

@ yulia : Salam kenal juga ya buuu.. Thanks lho buat hug nya :)Nanti gua kunjungan balik ya... :)

@ amel : Iya amel, Praise The Lord banget ya. Sekarang timmy udah jauh membaik, udah jarang banget batuk :) Iya, kalo pas kumannya cemen sih metode itu tepat, tapi kalo kumannya bandel ya jadinya repot. Mungkin karena test dahak lumayan mahal kali ya mel. Gua percaya sih kalo kemaren gua masuk lagi ke rs, pasti si dokter juga akan melakukan tes dahak secara peluru yg pertama sudah kurang jitu. yaaa semua rencana Tuhan kali ya..... Puji Tuhan ya TJ udah sembuh. Seneng dengernya :)

@ Dessy : Iya, gua yang ngalamin lebih spot jantung lagi dess, huhuhu... mengenai pembuluh darah, waktu di rs jakarta sekali tusuk udah dapet lho des, trus pas sama nurse yang kedua juga sekali tusuk doang. entahlah si nurse yg pertama kurang ahli ato gimana, tapi kata temen gua emang untuk bayi lebih susah. Ok di posting berikutnya semua gua share ya harga-harganya. kemaren pas akhir2 gua udah cerita kilat aja, secara mata udah ngantuk.

eny mengatakan...

@ Tia : Thank you ya tiaaaa... iya, our God is owesome! Pikirannya tidak terselami, tapi pasti mrancangkan kebaikan ya buat kita :) iya, untung chris blom minum obat itu ya. denger2 ada obat flek yg harus diminum 6 bln trus ga bole berenti, trus kalo brenti kudu ngulang lagi. sedangkan obatnya bikin panas dalam. ga kebayang kan kalo sampe udah minum ya? Thank you ya tia buat sharingnya... Big hugs for u 2

@ Lena : Thank you yaaa lennn :)

@ Liza : ga pa pa lizaaa... thank you ya buat doanya :) GBU 2

@ Maya : Thank you ya maya... amin!

eny mengatakan...

@ viol : Iya vi, . kalo gua memandang ke belakang dan inget betapa tegangnya saat2 itu duh... tak henti2nya gua bersyukur sama Tuhan! Amin! thank you ya doanya :)

@ Limmy : Iya alhamdulillah lim, hihihi... Pas hari ibu kan ya.... itung2 gua menebus rasa bersalah atas kecerobohan gua sebelomnya, huhuhu.... thank you ya....

@ Veny : Iya, thank you ya ven :) Sekarang gua dah di jakarta ven. Dari gua nulis yang part I udah di jakarta koq. Iya, ga mau ketinggalan kulineran, kan mumpung jauh2 ke sana, hihihii... ok, nanti gua share biayanya di postingan berikutnya yaaaa....

eny mengatakan...

@ Ika : Thank you ika, sebenernya gua juga sama orangnya cengeng banget. entah kenapa kali ini bisa kuat. pas awal2 timmy sakit gua juga nangis terus. Ya mungkin proses lah ya... makanya semua nya harus disyukuri :)

@ Yenny : Iya Praise The Lord ya yen. thank youuu :)

@ Yulian : Iya, untung sudah berlalu hihihihi.... jangan gitu ah, hidung gua udah kembang kempis neh ke-GR-an hahahhahah

@ Shanni : Amin Shan! mungkin semua emang harus terjadi kali ya... jadi gua juga ga nyalahin pak dokter sini koq. Udah rencana Tuhan kudu begini kali :)

@ Natalie : iya, ga gampang jadi mama ya nat... gua jadi kebayang dulu nyokap gua juga pasti banyak pengorbanan buat anak2nya. huhuuh.... Iya, praise The LORD for everything :)

eny mengatakan...

@ Felicia : Fel, kasian timmynya nangis sampe ga ada suaranya, huhuh... emang katanya kalo baby susah. Tapi pas di jakarta cuman sekali tusuk lho... Iya, amin!

Iya pas dibalut air dingin itu gua sampe berkaca-kaca liatnya. Tapi ga bisa berbuat apa-apa. untungnya abis itu keadaan membaik.

@ Lili : hehehe... awal2nya gua juga nangis2 n punya respon yang salah li. Untung Tuhan masih sayang gua, jadi gua ditegur dan trus diberi kekuatan :)

@ Amey : hehehe... sorry ya kalo sampe bikin lu merinding. Iya, untung semua sudah berlalu dan sudah baik sekarang. Thank u ya....

yenni 'yendoel' mengatakan...

wah, En, aku dah lama gak sempat blogging...kok serem amat terinfesi kumannya yah!
tapi hebat lho penanganan di RS-nya!
bukan apa2, kalo dokter di indo tuh banyak yg "mata duitan" doang. kalo tau lebih awal, papaku almarhum kami bawa berobat ke penang. kayaknya setelah kena stroke, juga kena infeksi paru. dokter parunya di RS itu kayaknya mat-du banget, kami sampai kesal. terus obat2 satu dosis bisa sampai 2 juta harganya. gak boleh beli sendiri di luar, adik iparku dokter juga, jadi ngerti obat2an.

K. mengatakan...

Hii salam kenal ya...
Duuhh baca cerita km jd ikut deg2an. Puji Tuhan, uda lewat semua ya.
Moga2 cepet pulih ya.

pinkbuble mengatakan...

Thanks God Timmy uda baikan yah!
Dan iyah, kita anak Tuhan..dalam keadaan apapun..walopun kita lagi berasa lagi di shitty conditions!
We are in the rite track, karena jalan kita..emang dr dari sononya jalan terang.
God is aweaome!

Selvi mengatakan...

Gua udah bilang kalo gua salut sama elo. Semoga setelah ini Timmy sembuh dan nga kambuh lagi sakitnya.
Praise to the Lord

Gua bisa bayangkan perjuangan elo dan Timmy dimulai Timmy masuk RS PIK dan sampe ke RS di penang.

Thanks for sharing, semoga gua juga bisa diberikan kekuatan dan ketabahan seperti elo, En.

Gua liat foto elo dan Timmy di RS, elo pose tersenyum manis sekali. Kalo gua pose sambil nangis bombayyy indiahe deh.

once_alifetime mengatakan...

God is great! Puji syukur banget ya, En. Streptococcus pneumoniae itu = pneumococcus. Pencegahannya vaksin PCV itu tapi emang mahal banget. Kuman2 yang lain juga cukup ganas, suka resisten ama antibiotik2. Sebenarnya standar operasional utk pneumonia di Indonesia juga harus kultur kuman, cuma heran kadang dokternya nggak melakukan. Yang penting sekarang udah pulih ya, En.

thesalem mengatakan...

Aduh gw seneng bgt bacanya en, sukur banget yah semua berakhir bahagia. Elu hebat banget en, kalo gw entah nangis kayak apa deh hiks. Beruntung timmy dikasih mama kayak elu en. Semoga ke depannya timmy dan dea sehat selalu ya. Tuhan berkati kalian semua.

eny mengatakan...

@ Yendoel : Apa kabar yeeeennn.... lama banget ga kedengerean kabarnya?
Iya, timmy terinfeksi kuman yen. Untungnya sekarang udah sembuh. . Thanks ya

@ K : Salam kenal juga, iya, untung udah lewat. hehehe. thanks ya

@ Elrica : Iya setuju el, God is owesome!! :)

eny mengatakan...

@ Selvi : hahhaha ngakak gua baca komen lu yang ala indiahe... hahha.. iya itu kan belakangannya sel, setelah gua dapet pencerahan. Awal-awalnya juga gua nangis bombay sampai berember-ember. hihihi.. btw, thanks ya buat doanya :)

@ Elisa : aaa ampuuun el, trernyata itu bakteri pneumococcus yaaaa??? mau pingsan gua bacanya. iiihhh God is great ya! Thank you Lord Timmy dah sembuh sekarang :)

@ Maryna : hehe iya, thank you ya ryyn. gua aminkan semua doanya hihihi

mamie_funky mengatakan...

eny..lam kenal ya....
duhh gua bacanya sampe ikutan sedihh, merasakan banget kalo anak lagi sakit itu kayak gimana...apalagi anak gua dua2nya step...jantung kayak berhenti rasanya....emang bukan lebay..tapi emang begitulah adanya yaa...
semoga Timmy cepet sembuhh yaa...eh gua lupa udah link blog elu ini..ijin yaa...and nice to know you..thanks..gbu

herlina mengatakan...

Salam kenal bu...
Gue salut banget deh, elo kuat banget, kalo gue pasti gue nggak sanggup. Dan yang pasti Tuhan emang Bapa yang nggak akan pernah meninggalkan anak-anakNya. Elo udah naik kelas satu tingkat (atau bahkan beberapa tingkat :) ), karena elo menang dan berhasil mengatasi cobaan ini. GBU :).

eny mengatakan...

@ yance: duh anak lu sampe step 2 2 nya. Ga kebayang gimana rasanya. Untung skrg sehat2 yaaa.... Thank ya yance. nice to know u 2. Ntar klo gw pke kompie gw link balik ya. Scara ini gw pake hp. Susah, hihi

eny mengatakan...

@herlina: salam kenal juga ya bu. Thanks ya uda maen ke sini. Iya makanya gw bersyukur bgt lwt kjadian kmrn walopun awal2nya nangis bombay mulu setiap hari tp gw merasakan byk kbaikan Tuhan.
Thank u ya buat supportnya sist. God loves u

Anonim mengatakan...

halo sist, numpang tanya dunk..
tgl 5 november ini gw juga ke lam wah ee hospital, nganter bokap gw operasi..

mau tanya dunk, disono pake bahasa inggris/malay ya?
thx...

eny mengatakan...

@ anonim : Sebenernya mereka lancar koq pake bahasa inggris. Dan setiap dokter selalu ditemani 2 orang nurse di kamar prakteknya. Ada yg melayu / india : biasanya mereka lancar bahasa inggris atau bisa melayu. Dan ada suster chinese yang lancar berbahasa mandarin dan hokian. So pilihan bahasa cukup banyak.

Lieliyani Octavia mengatakan...

Hallo Bu Eny, Haii semua..

Numpang share yah, mudah-mudahan bisa membantu bagi yg sedang membutuhkan.

Perkenalkan saya Lieli. Saya bekerja di SingMedic, yaitu perwakilan rumah sakit Malaysia. RS yg kami wakili antara lain: Island Hospial, Sunway Medical Centre dan Mount Miriam Cancer Hospital.

Bagi Bapak/ Ibu yang membutuhkan informasi mengenai rumah sakit, dokter, perkiraan biaya dan pembuatan janji temu dgn dokter, silahkan menghubungi kantor kami di 02134101000 atau email ke jakarta@singmedic.com.

Semua informasi dan service yg kami berikan tdk dipungut biaya (GRATIS), krn kami perwakilan resmi. Selain RS Malaysia, kami juga mewakili sebagian besar RS Pemerintah maupun Swasta di Singapura.

Terima kasih.